Rabu, 11 April 2012

Nothing Special (1)

Tema : Basa-basi
    Bangun pagi, yang direncanakan akan bangun jam 4 ternyata molor jam 5. Lanjut beribadah sejenak lalu kembali membaca slide kuliah. Lalu keluar sejenak naik sepeda untuk cari sarapan pagi dan akhirnya terdampar di Indo*a*et karena memang sedang ngidam makan roti kismis, hahaha. Pulang ke kos pun dengan perasaan campur aduk dan benar ternyata seakan-akan seluruh kos tidak menghiraukanku karena hanya 1 orang yang menyapa dan itupun seperti setengah bangun.

   Oh, duniaku, sejahat itukah diriku padamu sampai-sampai kawan-kawankupun menjauh dariku. Dan akhirnya aku tetap kembali ke kamar melanjutkan ke-Introvert-an diriku sambil membahas soal ujian dan menonton video musik.

    Jika memang mereka tidak berubah, biarlah aku yang berubah. The life is just a bridge that connect this world to another world (afterlife). So, I want to live my life just for my self and my family. Bullshit all of my friends that ignore me. This is really me.



Selasa, 10 April 2012

The Real Me ??

Tema : Psikologi
   Sejak konflik batin yang menderaku, aku terus memikirkan bagaimana aku seharusnya bersikap. Banyak hal dari diriku yang sepertinya harus kuhilangkan dan kembali ke masa dimana aku seharusnya. Berbagai sikap dan karakter sudah aku coba selama beberapa tahun ini dan aku melihat langsung efeknya. Mulai menjadi seorang yang periang, supel dan ceria sudah pernah aku coba dan hasilnya......ah, aku sedikit merasa menyesal pernah melakukannya. Tapi aku bersyukur pula karena dengan menjadi orang yang sedikit sosialis aku mendapat tambahan beberapa teman yang cukup akrab. Namun akhirnya sekarang aku kembali menjadi pribadi seperti aku SMP, SMA dahulu. Ya, seorang INTROVERT. Maybe, that's really I am.

   Akupun mencoba untuk searching tentang introvert dan ternyata banyak sekali yang sesuai dengan diriku selama ini. Diantaranya adalah
1. Suka menyendiri
2. Tidak menyukai keramaian
3. Lebih suka berhadapan dengan buku ataupun komputer/laptop
4. Sedikit memiliki teman
5. Sering dianggap sombong
6. Pemalu dan kaku dalam bergaul
7. Terkesan serius dan sulit dalam diajak bercanda
8. Tertutup dan sering bekerja di balik layar
9. Sering terpikirkan oleh masa lalu dan terikat olehnya
10. Melankolis dan setia
11. Sering memikirkan sesuatu sampai waktu yang lama dan depresif

   Ah, ternyata memang aku adalah seorang introvert. Pantas saja sampai saat ini aku masih sangat sulit untuk bisa benar-benar akrab dengan seseorang. Bahkan sahabatku sejak SMA pun sedikit menjauh dariku karena aku sendiiri jarang berkomunikasi dengannya. Entah bagaimana caranya aku bisa bertahan dengan pribadi introvert ini. Walaupun aku mencoba kembali menjadi pribadi extrovert (masih mencoba) malah berakhir dengan overdoing pada perilakuku dan berakibat semakin dijauhi diriku. Teman yang selama ini kucoba untuk kujadikan sahabat malah semakin menjauhiku. Dan karena suatu peristiwa pula, teman-teman disekitarku menjadi semakin jauh dariku dan tidak menyapaku kembali. Ah, ini mungkin memang pertanda bahwa aku harus kembali "berteman" pada teman sejatiku yaitu agama. Aku harus kembali mempelajari agama lebih dalam dan memperoleh ketenangan batin kembali seperti aku masih kecil dulu. Akupun merindukan masa kecilku dimana aku sering sekali mengaji, berdoa dan sholat berjamaah dengan orangtuaku. Begitu nyaman hidup berdampingan dengan mereka karena aku selalu diingatkan dan dibimbing dalam kebaikan.

   Oh, diriku, mengapa kau belum menemukan jatidirimu diusiamu yang sudah dewasa ini ? Sampai kapan kau terus melakukan pencarian akan jati diri ? Tapi dengan menjadi introveri saat ini, aku bisa melakukan beberapa hal yang sudah lama tidak aku lakukan. Aku menjadi semakin dekat dengan Allah karena hanya Dia lah temanku saat ini yang paling peduli. Dengan menjadi introvert aku menjadi semakin mudah untuk kembali belajar dengan tenang dan melakukan blogging dengan santai. Dengan menjadi introvert aku kembali menjadi pribadi pengamat dan pendengar yang baik. Dengan menjadi introvert aku kembali bisa menyisihkan sedikit uangku untuk tabungan. Dengan menjadi introvert aku bisa kembali menjadi calon juara kelas (semoga, aamiin). Dan dengan menjadi introvert, aku bisa menemukan kembali kedamaian hidup sendiri.

   Bismillah, semoga pilihanku ini tidak salah karena sepertinya jauh di dalam diriku juga terdapat pribadi extrovert namun selalu tertindih oleh pribadi introvert-ku. Atau mungkin diriku adalah seorang ambivert. Ah, saat ini mungkin pribadi yang cocok untukku adalah introvert, mengingat saat ini adalah musim ujian dan orang-orang disekitarku sedang merasa tidak peduli denganku. Yeah, for now I am an...


(------------------------------)
INTROVERT

(------------------------------)



Berenang (2)


Tema : Olahraga
Gaya Dada

   Wah, akhirnya melanjutkan kembali menulis tentang olahraga yang aku gemari. Setelah sebelumnya aku tulis tentang alasan mengapa kita harus belajar berenang. Kali ini kita mulai dengan belajar gaya paling dasar dari semua gaya yaitu gaya katak atau gaya dada atau breaststroke. Sebenarnya aku sedikit merasa aneh kok diberi nama breaststroke, kenapa kok ndak pake cheststroke saja ya. Kan breast lebih condong ke dada cewek. Tapi tidak usah kita pikirkan, ayo lanjut..

   Gaya dada ini adalah gaya yang paling mudah dipelajari mengingat gerakannya yang mudah diingat dan lebih cepat dipraktekkan dan bisa, dibandingkan dengan ketiga gaya yang lain. Untuk mulai belajar berenang, sebaiknya diperlukan alat bantu yang wajib dan sunnah (tidak wajib, ^^). Untuk yang wajib, menurutku adalah kacamata renang. Mengapa kacamata renang adalah hal yang wajib ? Karena kalian tentunya akan berenang di berbagai macam kolam renang dan tiap kolam renang berbeda sumber air dan kejernihan airnya. Jika kolam yang kalian masuki adalah kolam sumber, maka tidak masalah tanpa kacamata renang karena memang airnya sendiri sudah jernih dan segar. Tapi itu beda lagi dengan kolam renang hotel ataupun kolam renang perumahan yang meskipun tampak jernih tapi airnya terasa lengket dan agak pahit (menurutku) karena memang banyak ditaburi kaporit (kalsium hipoklorit) kolamnya. Dan kalo air berkaporit ini kena mata, waah, pedihnya dan perihnya luarbiasa (sebenarnya hanya terasa jika dibuat berenang lebih dari 1 jam). Dan membuat mata jadi merah. Maka dari itu, tentunya kita ndak ingin kan setelah berenang mata menjadi sakit dan kemerah-merahan ? So, buy your google first. :D


*Kacamata renang. Pilihlah sesuai ukuran kamu ya. :)



   Setelah kacamata renang, lanjut ke alat bantu selanjutnya yaitu pelampung (aku nyebutnya gitu, hahaha). Banyak sih sebenarnya jenisnya, tapi yang umum kulihat hanya 2 yaitu yang jenis ini (dipanggilnya papan renang secara official, hahaha)
*Papan Renang

Dan yang satu ini disebut sebagai pullboy,

*Pullboy
   Kedua alat bantu diatas sangat membantu dalam melatih gerakan-gerakan dasar renang. Untuk gaya dada, penggunaan papan renang berguna untuk melatih kaki terlebih dahulu. Dan Pullboy digunakan untuk melatih gerakan lengan. Oh iya, sebelumnya belum saya tunjukkan pola gerakan gaya dada. Gambar bergerak dibawah ini bisa menjadi contoh kalian untuk belajar gaya dada lho. Watch these carefully !!


Ini tampak depan, gerakan tangan mengayuh kebawah sambil kepala diangkat ke atas. Semakin berat gerakan mengayuhnya, semakin cepat gaya dadamu (kata guru renangku dulu).
Gerakan tangan dan kaki tidak bersama-sama. Selesaikan dulu gerakan tanganmu sampai tanganmu kembali ke posisi lurus kearah depan, baru lanjutkan dengan gerakan kakimu. Jadi saat tanganmu mengayuh, kakimu lurus. Begitu pula ketika kakimu menendang bak seekor katak, tanganmu lurus ke depan seperti meluncur.




Saat melakukan gerakan ini, pastikan kepalamu benar-benar di bawah air saat kakimu menendang ke belakang sehingga kaupun akan meluncur lebih cepat. Saat kakimu menendang bak seekor katak, pastikan telapak kakimulah yang mendorong air. Sehingga gaya katakmu menjadi lebih sempurna.



   Mungkin dari penjelasan diatas masih kurang jelas karena memang untuk seorang yang baru belajar, sulit untuk langsung mempraktekkannya dengan tangan dan kaki. Maka dari itu, sejak awal kita membutuhkan pelampung (baik papan renang ataupun pullboy). Pertama-tama kita latih kaki dulu, karena memang kaki adalah asset yang sangat berharga bagi seorang perenang. Untuk melatih kaki, gunakanlah papan renang. Cara menggunakannya adalah dengan memegang papan pada sisi sampingnya (terserah jalian, sesuaikan denga tempat nyaman kalian memegannya) dan biarkanlah badanmu lurus ke depan. Lalu lakukan gerakan kaki seperti contoh di atas. Saat melatih kaki ini, kalian bisa mempertahankan posisi kepala tetap dibawah air atau di atas permukaan air. Lakukan bergantian untuk melatih nafas juga, hehehe.

   Lakukan gerakan kaki sampai kalian benar dalam melakukannya. Jika gerakan kakimu sudah benar, kalian bisa bergerak hanya dengan kaki saja sejauh satu meter (minimal). Dan itu adalah kepuasan tersendiri karena kalian telah menyelesaikan tahap 1 berenang kalian. Sesudah kaki kalian benar melakukan gaya dada, lanjutkan dengan melatih tangan kalian (tahap 2). Nah, untuk bagian ini sebenarnya tidak perlu pullboy jika kalian adalah seorang fastlearning. Tapi untuk orang-orang yang sepertiku, yang agak sulit belajarnya maka penggunaan pullboy sangat diperlukan. Untuk melatih tangan, letakkan pullboy diantara 2 paha dan jepit pulboy dengan pahamu sehingga kakimi tidak bisa bergerak lagi menggunakan gaya dada. Setelah itu lakukan gerakan tanganmu sesuai contoh di atas. Nah, pada tahap ini yang paling banyak dikeluhkan adalah sulitnya untuk mengangkat kepala ke permukaan untuk mengambil nafas. Hal ini sebenarnya cukup mudah jika kalian mau sedikit capek. Yaitu saat kalian menggerakkan tangan dari gerakan meluncur lalu tangan mengayu dan sampe kearah dada, maka saat itulah momen yang tepat untuk mengambil nafas. Ayuhan terberat perlu untuk membantu tubuhmu terangkat ke permukaan. Dengan cara itu pula kau bisa mengambil nafas sebanyak-banyaknya dan kembali ke dalam air sambil menghembuskan nafas dalam air.

   Yah, itulah sedikit penjelasan mengenai gaya dada. Sebenarnya lebih enak melihat langsung orang berenang dari pada membaca tulisan sepanjang ini, hehehe. Selanjutnya bisa kalian belajar sendiri lewat menonton video-video di bawah ini. Selamat berlatih, ^^.


#maaf jika ada yang tidak sesuai, harap dimaklumi, terima kasih#

Sumber : Wikipedia, Youtube, Mbah Google, dan pengalaman pribadi. :)

The Origin of Doctogamaros

Tema : -
   Pagi yang cerah, setelah semalaman tidur lebih dari 8 jam (lebih tepatnya 10 jam, hahaha). Segar juga rasanya karena memang kemarin aku gunakan untuk berenang cukup lama dan jarak tempuh renangpun cuku jauh (kira-kira 10x PP kolam besar, wooow tumben, hahaha).

   Mendengar kata doctogamaros memang terasa aneh dan unik karena aku sendiri merasakannya. Namun itu semua muncul dari ketidaksengajaan saat mencari-cari ringkasan yang tepat untuk aktivitasku selama ini. Aku menggunakan kata "Doctor Gamer" awalnya, namun setelah kupikir-pikir nama itu terlalu umum dan mungkin banyak teman-temanku sesama dokter juga seorang gamer. Ah, tidak seru dan berbeda pikirku. Lalu kucari-cari lagi ringkasan yang tepat dan mucullah kata "doctorgamers" dalam benakku. Wah-wah, kata yang umum juga sepertinya dan tidak ada kekhususan dalam kata itu.

   Akupun pergi menerawang dalam labirin pikiranku, berbelok-belok, melewati berbagai lorong demi mencari kata yang cocok dan pas sesuai karakterku. Nah, coba kata ini ya, pikirku. "Doctorgameros" cukup spesial sepertinya. Namun ternyata kata yang kutemui dalam labirin pikiranku ini juga belum cukup memuaskanku karena masih ada kata "doctor" didalamnya. Masih terlalu umum juga dan mungkin gampang ditebak. Ah, akupun melanjutkan pencarianku yang panjang dalam benakku ini (seperti dalam Inception, hahaha). Lalu kutemukan sebuah lorong yang penuh cahaya biru safir. Ditengah lorong itu tampak siluet seorang laki-laki yang sedang duduk di kursi dan menatap sebuah layar LCD. Siluet berwarna kuning keemasan itu begitu menginspirasiku bahwa aku tidak mungkin bisa dijauhkan dari game karena game adalah bagian dari perjalanannku. Lalu muncullah kata terakhir yang kurangkai yaitu "doctorgameros" ditengah-tengah lorong itu. Dan tak lama kemudian sekelebat warna putih menghapus huruf "r" pertama dan huruf "e", tinggallah kata itu menjadi "docto gam ros". Wah, kilat nyasar sialan ini, pikirku. Rangkaian kataku menjadi tidak lengkap lah jadinya. Namun perilaku kilat nyasar tadi memberikan secercah inspirasi kembali padaku. "Sepertinya huruf "r" itu memang tidak cocok dan huruf "e" itu juga tidak sesuai dengan rangkaian kata itu", pikirku.

   Coba kuganti huruf "e" dengan huruf "a", dan rangkaian kata itu menjadi "docto gamaros". Hmmm, cukup unik dilihat, tapi kalo ada spasi seperti ini jadi aneh kelihatannya. Coba kuhilangkan spasi itu ah. Dan mucullah kata baru yang super sekali......."DOCTOGAMAROS". Woooow, itulah kata pertamaku yang keluar saat itu. Rangkaian kata yang unik sekali, terkesan seperti kata latin. Dari kata "Docter Gamer" lahirlah rangkaian kata baru yang lebih fresh dan tnik yaitu "DOCTOGAMAROS". Sebuah masterpiece yang lahir dari labirin pikiran seorang pemuda yang abstrak, hahaha. This is really one of my Masterpieces. :D

----------------------------------------------DOCTOGAMAROS--------------------------------------------------

Senin, 09 April 2012

Perbincangan dengan Kawan Lama (2)

Tema : Friendship
Setelah itu, aku menyambung kembali tali silaturahim terhadap kawan lama yang sudah lama tidak kontak. Dia ingin meng-copy koleksi film-filmku. Dan inilah kesempatanku untuk mendengarkan cerita-cerita seru darinya karena memang dia berbeda fakultas denganku.

Akhirnya pertemuan itu terjadi hari ini, kita bertemu di gazebo universitasku. Saat bertemu, kesan pertama yang muncul adalah woow, banyak sekali perubahan padanya. Dia yang merupakan teman akrabku saat SMA dulu sekarang menjadi sedikit lebih "nakal". Tapi memang sepertinya sejak dulu dia memang sudah nakal, hahaha. Dia memang perokok tapi dia adalah orang yang supel. Mudah bergaul dengan siapapun termasuk padaku yang dulu benar-benar bocah cupu dan pendiam. Setelah itu kitapun banyak berbincang (sepertinya lebih tepat dibilang dia yang bercerita karena memang dia yang lebih banyak bicara kepadaku, hahaha) mengenai perkuliahan yang bagi angkatanku seharusnya ini sudah pada tahun terakhir.

Banyak sekali hal baru yang kudapat dari dia mengenai konsep anak ndableg karena dia sendiri memang ndableg. Kenakalan demi kenakalan yang dilakukannya saat kuliah membuatku tertawa dan sedikit terhibur karena sepertinya kenakalanku selama ini ada yang menyaingi, hahaha. Dari mulai bolos kuliah, titip absen, kuliah yang molor, sampai IP yang jeblok dia ceritakan padaku. Wah, orang seperti dia benar-benar ada ternyata. Namun setelah dia bercerita tentang pengalamannya di lab (dia anak jurusan kimia) membuatku yakin akan 1 hal. Dia adalah tipe orang yang praktis bukan teoritis. Bahkan dia berulang kali menjadi asisten di lab. Woow, prestasi yang besar menurutku mengingat aku sendiri belum pernah tahu ada teman seangkatanku yang menjadi asisten di lab. Bahkan dari kegiatan asistensi itu dia bisa mendapat honor layaknya seorang pegawai. Kereeen.

Disamping itu dari cerita yang dia sampaikan, sepertinya dia memiliki banyak pengalaman baik saat bergaul dengan teman-teman seperjuangannya maupun sebagai mahasiswa ndableg.Wah, aku bisa sedikit berkaca dan bersyukur karena aku sendiri tidak seperti dia dan ada hal-hal dari dia yang sebaiknya pernah aku lakukan. Ah, terlalu banyak hal yang kudapat dari perbincangan tadi dan tidak semuanya bisa disampaikan dengan tulisan. Namun dari pertemuan tadi, ada 1 hal perubahan yang ingin kulihat dari dia yaitu kebiasaan merokok. Tapi mungkin sekarang bukan saatnya mengingat aku sendiri belum memiliki cukup kemampuan untuk mempengaruhi orang lain dan ilmuku sendiri belum cukup tinggi untuk menasihati orang lain (miris rasanya ini terjadi pada diriki yang sudah semester 6, huuuhuuu). But, itu semua tidak mengurangi sedikitpun keinginanku untuk terus mengikat tali silaturahim pada kawan-kawan lamaku. Karena merekalah salah satu pembentuk mental dan kepribadianku saat ini.

1 hal yang ingin kusampaikan pada kalian semua wahai kawan-kawanku dan sahabat-sahabatku.

I MISS YOU

Semoga kita diberi kesuksesan dunia dan akhirat. Aamiin.

Perbincangan dengan Kawan Lama (1)

Tema : Friendship
Akhir-akhir ini entah mengapa aku ingin kembali menghubungi kawan-kawan lamaku. Ini terjadi karena adanya sedikit konflik batin pada diriku akibat sesuatu yang berubah pada lingkunganku akhir-akhir ini(lain waktu akan kuceritakan konflik tersebut, ^^). Akibat konflik batin itulah, aku merasakan kesendirian yang begitu tinggi ditambah juga rasa rindu terhadap orangtua dan keluarga di kampung halaman. Namun, aku belum bisa pulang kampung untuk saat ini karena beberapa alasan (yah, lain kali juga kuceritakan lagi ya, ^^).

Konflik batin itu entah mengapa menyedot banyak perhatianku sehingga aku menjadi sedikit termotivasi kembali untuk mewujudkan impian-impianku. Disaat aku mulai melakukan hal-hal yang cukup bermanfaat, salah satunya blogging ini, aku juga ingin menghubungi teman-temanku yang jauh. Lalu akupun mulai mengirim sms pada kawan lamaku di farmasi dulu. Aku mulai menanyakan kabar mereka dan sedikit berbasa-basi dalam sms-an, hahaha. Ku sms kawan seperjuanganku dalam bermain dotA dulu dan sedikit menanyakan bukuku yang kira-kira ada di dia karena seingatku dulu ada teman farmasiku yang meminjamnya. Setelah itu ku sms pula temanku yang cewek (yang dulu pernah ada sedikit rasa suka padanya, hehehe) perihal keadaannya saat ini. Aku sedikit terkejut karena dia baru saja terkena musibah dan mendapat luka sobek di wajahnya.

Akupun merasa kasihan padanya mengingat dia adalah cewek yang cantik dan luka pada wajah tentu akan meninggalkan bekas di kemudian hari (jika tidak terawat lukanya). Akupun menanyakan berbagai hal ke dia mengenai musibah tersebut. Entah mengapa ada aliran listrik melecut dalam hatiku seolah-olah mendorongku untuk kembali menyukai dirinya. Memang dia adalah cewek yang menarik, ceria, cantik, pintar dan cukup sholehah (poin terakhir tidak yakin benar). Namun sepertinya alasan-alasan di atas belum cukup untuk membuatku jatuh hati padanya karena memang aku belum ingin jatuh hati kepada siapapun sebelum aku lulus dokter. Tapi sebenarnya bisa diatur juga sih, yaitu dengan menerapkan long distance relationship (LDR). Namun aku akhirnya menurunkan egoku mengingat aku sendiri bukanlah cowok yang tampan dan rupawan serta pandai. Akhirnya kuurungkan kembali sebersit niat nakal tersebut dan aku lanjutkan dengan perbincangan sms layaknya seorang teman, hehehe.

Namun sepanjang perjalanan sms, aku selalu menyisipkan sedikit emoticon karena dia sendiri juga melakukan hal yang sama. Ah, lucu juga menurutku tapi tak apalah, mungkin inilah caraku mengobati rasa konflik batin ini. Dia yang mendapat luka sobek di daerah dagu memang sedikit takut akan adanya bekas luka yang mungkin timbul dikemudian hari. Namun aku, yang sebagai calon dokter, sedikit memberi info bahwa  bekas-bekas luka di wajah bisa ditutupi dengan berbagai hal, salah satunya make up. Dengan obat juga bisa, tapi tentunya setelah konsultasi dengan spesialis kulit  dong. Dan sepertinya dia merasa sedikit lega dengan jawabanku. Dan hal itulah yang menjadi salah satu analgesik terhadap konflik batinku saat ini.

Alhamdulillah, bisa menyambung kembali tali silaturahim pada kawan lama. Walaupun dipikiranku masih banyak ide-ide nakal untuk terus mendekati dia. Namun selalu kutepis dan kuucapkan dalam hati, "Umar, masih lama perjalanan hidupmu dan masih banyak hal-hal yang belum kau lakukan. Jadi buang jauh pikiranmu tentang keinginan menjalani LDR dan ingatlah kembali pesan almarhum kakekmu" (cerita mengenai almarhum kakekku akan kubuat sebaik mungkin pada kesempatan selanjutnya, ^^). Hahaha, yang penting sedikit terobati lah konflik batin ini.

---bersambung.

Minggu, 08 April 2012

First Experience in Reading a Graphic Novel (1)

Tema : Sastra
Dan kali ini, aku (lebih enak pakai jata ini ya) ingin menyampaikan sedikit "pencerahan" dari novel grafis yang baru saja aku beli di Islamic Book Fair (IBF) Malang. Sebenarnya tidak berniat sedikitpun untuk membeli novel dan sebangsanya namun entah mengapa saya jadi tertarik membeli novel grafis ini. Mungkin karena ini adalah bacaan pertama saya terhadap novel grafis.

Nah, entah mengapa buku ini menarik perhatianku saat aku menatapnya. Dari sampulnya yang menampilkan sosok pemuda khas jepang dan sepertinya karakter dari novel tersebut cukup kuat. Novel itu adalah karya dari Yoshihiro Tatsumi, seorang pembuat manga dan perintis gekiga di zamannya. *cari di mbah google ya istilah manga dan gekiga, ;)

Dan dia sendiri sebenarnya sudah tua dan veteran dalam hal membuat manga. *wes ndewo lah istilahe, hahaha. Sebenarnya novel itu adalah otobiografi dari sang penulis namun dikemas dalam bentuk novel grafis. Hal yang baru buat aku memang, karena ini adalah kali pertama aku membaca novel grafis + otobiografi. 
Membaca novel ini benar-benar butuh "kerja keras" mengingat nama karakter adalah nama-nama jepang yang lebih panjang dari nama-nama orang indonesia kebanyakan. Dan juga untuk penamaan kota dan kebudayaannya. Namun itu adalah kenikmatan tersendiri mengingat aku adalah salah satu dari sekian banyak penikmat budaya Jepang.

Di novel ini diceritakan tokoh yang bernama Hiroshi Katsumi (sang penulis sendiri, dengan sedikit perubahan nama) yang merupakan maniak manga. Cerita bermula sejak Hiroshi di bangku SMP sampai akhir dari Gekiga yang dirintisnya. Tapi, aku sendiri sulit untuk menceritakan secara panjang lebar karena memang aku adalah orang yang membaca cepat sehingga hanya poin-poin penting saja yang kudapat (4 buku novel ini kuhabiskan dalam 1 hari, hehehe)
Dari novel ini, oh iya judulnya adalah Hanyut, ada banyak poin penting yang bisa kudapat. Diantaranya adalah :
# beliau sudah memperoleh uang sendiri sejak SMA
# hobi membaca manga digunakan sebagai modal dalam membuat manga
#kehidupan masa kecil beliau adalah masa-masa yang sulit karena pasca kalah perang (tapi tidak lebih susah dari negeriku yang ratusan tahun dijajah)
# beliau lahir di keluarga yang miskin namun akhirnya bisa merangkak jauh dari kemiskinan
# obat-obatan pada zaman itu masih didominasi dari barat (terlihat dari antibiotik untuk kakak hiroshi)
# menjadi seorang mangawan tidaklah mudah bahkan seperti seorang budak (untuk di jepang, entah negara lain)
# bahagia sekali memiliki ibu yang selalu ada di rumah meskipun keuangan keluarga cukup memprihatinkan
# pelampiasan stress orang jepang salah satunya adalah minum sake.
# orang jepang benar-benar memiliki semangat dalam berkarya 
# semangat mereka dapat digambarkan layaknya seorang budak bekerja lembur sebulan penuh tanpa digaji
# mangawan mendapat gaji sesuai manga yang mereka selesaikan dan jumlahnya pun cukup besar namun tidak sebanding dengan lembur yang mereka kerjakan
.....untuk saat ini cukup poin-poin diatas dulu ya. Next time, I'll give you more...
See you again :)