Minggu, 08 April 2012

First Experience in Reading a Graphic Novel (1)

Tema : Sastra
Dan kali ini, aku (lebih enak pakai jata ini ya) ingin menyampaikan sedikit "pencerahan" dari novel grafis yang baru saja aku beli di Islamic Book Fair (IBF) Malang. Sebenarnya tidak berniat sedikitpun untuk membeli novel dan sebangsanya namun entah mengapa saya jadi tertarik membeli novel grafis ini. Mungkin karena ini adalah bacaan pertama saya terhadap novel grafis.

Nah, entah mengapa buku ini menarik perhatianku saat aku menatapnya. Dari sampulnya yang menampilkan sosok pemuda khas jepang dan sepertinya karakter dari novel tersebut cukup kuat. Novel itu adalah karya dari Yoshihiro Tatsumi, seorang pembuat manga dan perintis gekiga di zamannya. *cari di mbah google ya istilah manga dan gekiga, ;)

Dan dia sendiri sebenarnya sudah tua dan veteran dalam hal membuat manga. *wes ndewo lah istilahe, hahaha. Sebenarnya novel itu adalah otobiografi dari sang penulis namun dikemas dalam bentuk novel grafis. Hal yang baru buat aku memang, karena ini adalah kali pertama aku membaca novel grafis + otobiografi. 
Membaca novel ini benar-benar butuh "kerja keras" mengingat nama karakter adalah nama-nama jepang yang lebih panjang dari nama-nama orang indonesia kebanyakan. Dan juga untuk penamaan kota dan kebudayaannya. Namun itu adalah kenikmatan tersendiri mengingat aku adalah salah satu dari sekian banyak penikmat budaya Jepang.

Di novel ini diceritakan tokoh yang bernama Hiroshi Katsumi (sang penulis sendiri, dengan sedikit perubahan nama) yang merupakan maniak manga. Cerita bermula sejak Hiroshi di bangku SMP sampai akhir dari Gekiga yang dirintisnya. Tapi, aku sendiri sulit untuk menceritakan secara panjang lebar karena memang aku adalah orang yang membaca cepat sehingga hanya poin-poin penting saja yang kudapat (4 buku novel ini kuhabiskan dalam 1 hari, hehehe)
Dari novel ini, oh iya judulnya adalah Hanyut, ada banyak poin penting yang bisa kudapat. Diantaranya adalah :
# beliau sudah memperoleh uang sendiri sejak SMA
# hobi membaca manga digunakan sebagai modal dalam membuat manga
#kehidupan masa kecil beliau adalah masa-masa yang sulit karena pasca kalah perang (tapi tidak lebih susah dari negeriku yang ratusan tahun dijajah)
# beliau lahir di keluarga yang miskin namun akhirnya bisa merangkak jauh dari kemiskinan
# obat-obatan pada zaman itu masih didominasi dari barat (terlihat dari antibiotik untuk kakak hiroshi)
# menjadi seorang mangawan tidaklah mudah bahkan seperti seorang budak (untuk di jepang, entah negara lain)
# bahagia sekali memiliki ibu yang selalu ada di rumah meskipun keuangan keluarga cukup memprihatinkan
# pelampiasan stress orang jepang salah satunya adalah minum sake.
# orang jepang benar-benar memiliki semangat dalam berkarya 
# semangat mereka dapat digambarkan layaknya seorang budak bekerja lembur sebulan penuh tanpa digaji
# mangawan mendapat gaji sesuai manga yang mereka selesaikan dan jumlahnya pun cukup besar namun tidak sebanding dengan lembur yang mereka kerjakan
.....untuk saat ini cukup poin-poin diatas dulu ya. Next time, I'll give you more...
See you again :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar